Site Loader

PEMANCANGAN DROP HAMMER

PT DACON JAYA BETON

  1. Material yang digunakan
  • Beton Mini Pile PT Dacon Jaya Beton mempunyai mutu K-450 ukuran square 20×20, square 25×25, triangle 28×28, square 30×30.
  • Tulangan utama tiang menggunakan 4 buah besi beton ulir diameter 13mm mutu BJTD 40 dan diikat spiral besi beton polos ∅6 mm dengan jarak as ke as 5 cm dan 10 cm.
  • Pelat untuk sambungan tiang memakai pelat baja dengan tebal 2x 5 mm yang dihubungkan pada tulangan utama dengan pengelasan. Tepi pelat setebal 5 mm dibuat kemiringan 45° (bevel) untuk pengelasan.
  • Kawat las yang dipergunakan untuk penyambungan adalah kawat las ∅3,2 mm, Low Hydrogen mutu AWS E7018.
  1. Alat Pancang
  • Berat palu pancang minimal 1,50 ton.
  • Gerak palu, baik arah maupun tinggi jatuh dapat diatur sehingga kelurusan tiang maupun energi dapat diatur selama pemancangan tiang.
  • Selama pemancangan digunakan  helmet pada kepala tiang agar energi pukulan palu terbagi merata.
  • Untuk mencegah  rusaknya  kepala  tiang akibat pukulan-pukulan  palu (impact), digunakan paking (cushion) dari plywood setebal minimum 5 cm. Paking tersebut diperiksa dan diganti secara periodik selama pemancangan.
  1. Daya Dukung Tiang
  • Pemancangan tiang dihentikan setelah kriteria set sesuai daya dukung yang diinginkan tercapai.
  • Kriteria set  untuk  menentukan  kapasitas    daya   dukung    tiang    Mini  Pile PT. Dacon Jaya Beton dihitung   dengan menggunakan “Hiley’s Formula”
  • Ru = h.η

 s+c/2  

Ru  = Daya dukung tiang ultimate (ton)

Ru  = Faktor keamanan x daya dukung tiang yang diijinkan (Q)

Apabila : Q = 25 ton, maka Ru = 2,5 x 25 = 62,50 ton

W = Berat palu (hammer) = 1,50 ton h = Tinggi jatuh efektif palu

= 0,80 x 1,00 m = 0,80 m = 31,50”

η= efficiency pemancangan = 0,60

s = kalendering/jumlah penetrasi per pukulan

(inci)

c = kompresi elastis sementara = 0,50”

62,50 = 1,50 x 31,50 x 0,60 s + (0,50 / 2)

s + 0,25 = (28,35 / 62,50)

s  = 0,454 – 0,25

= 0,204” per pukulan

   = 5,18 cm / 10 kali pukulan

Kalendering diambil <= 5,20 cm untuk total 10 kali pukulan palu dengan tinggi jatuh palu 1,0 m.

  1. Metode Pemancangan Tiang Mini Pile PT Dacon Jaya Beton
  • Pemancangan tiang Mini Pile Produk PT Dacon Jaya Beton dilakukan dengan drop hammer. Pemukulan dilakukan pada  bagian  atas  tiang  (top  driving).  Kepala  tiang  dipasang helmet.
  • Tiang Mini Pile dipancang sampai kedalaman yang ditentukan. Panjang setiap bagian tiang adalah 3,0 m dan 6,0 m, apabila kedalaman pemancangan lebih dari panjang setiap bagian dilakukan penyambungan antara bagian tiang.
  • Pemancangan tiang dihentikan setelah ujung tiang mencapai kedalaman yang diinginkan, setelah dilaksanakan kontrol terhadap kalendering atau set akhir.
  • Pengambilan set atau kalendering dilakukan dengan cara menumbuk tiang dengan tinggi jatuh palu setinggi 1,0 m sebanyak 10 kali pukulan. Pemancangan dapat dihentikan apabila penurunan tiang selama 10 kali pukulan tadi tidak melebihi set akhir yang telah dihitung menurut rumus Hiley untuk daya dukung yang direncanakan
  1. Penyambungan/Pengelasan Tiang Mini Pile PT Dacon Jaya Beton
  • Tiang Mini Pile disambung dengan mengelas plat baja pada kedua tiang yang akan disambung secara las keliling penuh menggunakan sistem las listrik, menggunakan mesin las berkapasitas 250 A. 
  • Sebelum pengelasan dilakukan, bagian tiang  yang  akan  disambung  diatur  hingga  posisinya  satu  garis  dengan bagian tiang yang telah terpancang didalam tanah dan pelat yang akan disambung dibersihkan. Setelah pengelasan selesai dilaksanakan, sambungan tersebut diberi lapisan aspal.
  1. Toleransi Posisi dan Kemiringan Tiang
  • Toleransi posisi  tiang  akhir  harus  tidak  lebih  dari 8,0 cm terhadap  letak  titik rencana, dan jarak antara dua buah tiang Mini Pile tidak boleh berubah lebih dari 15,0 cm dari jarak yang seharusnya.
  • Toleransi kemiringan untuk tiang adalah maximum 1/75.

Post Author: admindacon